Peringatan Hari Peringatan Kedaulatan Negara (HPKN) di SMKN 1 Purwosari

Pada hari Sabtu, 1 Maret 2025, SMKN 1 Purwosari menggelar upacara peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh guru, karyawan, serta peserta didik di sekolah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa sejarah yang penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, yaitu Serangan Umum 1 Maret yang terjadi pada tahun 1949.

Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan sebuah peristiwa monumental yang menunjukkan semangat juang rakyat Indonesia dalam menolak penjajahan. Meskipun pada saat itu pemimpin negara, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, ditawan oleh Belanda, peristiwa ini membuktikan bahwa Indonesia tetap berdaulat dan tidak akan tunduk pada penjajah. Serangan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Yogyakarta tersebut menjadi simbol keberanian dan keteguhan hati bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaannya.

Sebagai penghargaan terhadap peristiwa bersejarah ini, Serangan Umum 1 Maret 1949 ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Peringatan Kedaulatan Negara (HPKN). Peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata. Upacara di SMKN 1 Purwosari merupakan salah satu cara untuk mengenang perjuangan tersebut dan mengajarkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda.

Peringatan Serangan Umum 1 Maret 2025 ini bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadan. Meskipun berada di tengah kesibukan persiapan bulan puasa, semangat dan antusiasme peserta upacara tetap terlihat. Seluruh peserta upacara, baik guru, karyawan, maupun siswa, tampak sangat khidmat dan penuh semangat mengikuti jalannya upacara, yang menunjukkan bahwa peringatan tersebut tidak hanya penting secara historis, tetapi juga dapat menginspirasi semangat kebersamaan dan perjuangan.

Dengan diadakannya upacara ini, diharapkan generasi muda SMKN 1 Purwosari dapat semakin mengenal sejarah perjuangan bangsa dan terus menghayati makna dari kemerdekaan yang telah diraih. Semangat yang ditunjukkan pada upacara tersebut menjadi bukti bahwa semangat perjuangan dan kedaulatan negara masih hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Scroll to Top